"Emang,weeeeek" dia mengejekku sambil mencubit gemas pipiku.
Oh sudahlah.ini memang becandaan khas Prisci.Semenjak aku masih bersama Sisil,Prisci selalu menggodaku.Yaa..aku tau dia cuma becanda.Jadi aku ga pernah ambil pusing soal becandaannya itu.Tapi kenapa yang satu ini....aneh.
Sudah satu jam lebih kami menunggu kereta.Kalaupun telat.ini udah superdupermegagiga telat.Emang sih udah bukan hal yang aneh kalo kereta telat.hmmmm.....aku melihat Prisci.manyun.sambil mengetik-ngetik di BB nya.
"Kenapa manyun ci?Pasti mantanlu ganggu ya?"
"Sotoy lu.hahaha." lalu,Prisci menghela napas panjang.
uh oh,jangan-jangan dia mau membicarakan sesuatu yang ngga ngenakin.
"Daryl"
"Hah? apaan.tumben manggil gue lengkap begitu.hahaha"
"soal Sis......"
*TENG TONG TENG TONG*
"Kereta tujuan bogor dari arah jakarta akan segera tiba di peron 1"
Sebelum aku memperhatikan omongan Prisci,aku sudah kaget sama suara toa yang...persis di sebelah ku.Aku hanya terkekeh saja memikirkan siapakah orang gila yang menaruh toa di sebelah bangku tunggu.
Pintu kereta itu berhenti persis didepanku dan Prisci.Whoaa..hoki juga ku pikir.Tanpa basa-basi aku dan Prisci mencari tempat duduk.Kebetulan siang itu sedikit sekali penumpang kereta itu.Yah mungkin karena memang masih jam kantor.
Ah..itu.Tak lama aku menemukan tempat duduk.Aku kemudian menarik tangan Prisci.
"Tuh kosong ci"
Tak lama setelah kami duduk.aku teringat sepertinya tadi Prisci mau membicarakan sesuatu.Namun aku urungkan niatku untuk menanyakan hal itu.Karena aku tau,Prisci bakal ngerjain lagi.hmmmmm....
"I haven't heard anything since you broke up with Sisil.How's your life?Anything good?"
"Nope.gitu-gitu aja.gue cuma ngejalanin rutinitas aja kaya biasa.toh gue melakukan sesuatu yang gila jg ga bakal bikin Sisil balik kan"
"Oh....gitu doang?Kirain lo mencoba bunuh diri gitu.hahaha"
"HEH Sembarangaaaaan.Lu kira gue sudi apa nama gue masuk ke tabloid lampu merah?hahahah"
Kami pun ngobrol ngalor ngidul sampai tak terasa kalau kami sudah sampai bogor.
"Sampe nih.mau kemana kita?" Tanyaku.
"Puncak.ke vila bokap gue."
"hah?.mau ngapain dah"
"udah ikut aja"
Mau nolak juga udah kepalang tanggung sampe bogor.yaudah lah.ikut aja.toh dia yang bayarin ini.Otak matreku pun keluar.hahaha
Nah,pe er banget nih kepuncaknya gimana.Mau naik angkot.nyambung-nyambung.Omprengan yang langsung ke puncak.Ngetemnya bisa 3 hari.Mungkin si Prisci punya rencana yang bagus.
"Ci.."
"TAKSI!!Hah kenapa ri?"
"Gapapa.ga jadi"
Oh iya.bagus banget idenya.dasar orang kaya.Dan benar saja duma setengah jam kami sampai vila bokapnya Prisci.
Vila ini sederhana sekali menurutku.walau begitu tempat ini sangat nyaman,mungkin karena kesederhanaannya aku meresa nyaman.Dari terasnya aku dapat melihat hamparan kebun teh yang menyegarkan mata.Yah berhubung setiap haru yang kulihat cuma mahasiswa mondar mandir di kampus.Jarang-jarang deh liat yang kaya gini.
"How is it?" Tiba-tiba Prisci membuyarkan lamunanku
"Nice place ci.Baru dibangun ya?"
"Gitu deh.Wanna come inside?" Prisci tampak terburu-buru
"Oh,Sure"
"Anyway,Ri"
"Ha.."
Sebelum aku sempat menjawab....Prisci menciumku....
post by @inMwetrust