Prisci tersenyum."yeah,i know."
"you know nothing"
"hmmm....wanna take a walk?you have nothing to do right?"
"sure.as long as you shut the fuck up and not talking about Sisil.....until i ask you to."
"hahahah you're funny.lo pasti pengen tau banget kaaan?"
"kita mau jalan apa mau ngemeng doang nih?"
Aku merapihkan barang-barangku yang bececeran diatas meja kantin.
"so,where to?" tanyaku pada Prisci
Prisci hanya tersenyum dan menarik tanganku.
Diluar fakultas aku melihat 2 orang yang tadi kutemui di kantin.Si nona kesal dan si pria-yang-jatuh-cinta-pada-Prisci."oh mereka"gumamku.
"Siapa?temen lo?"tiba-tiba Prisci nyaut.
Aku menggeleng.
"Oh kirain si-cewe-tomboy itu temen lo.i hate her.she's annoying"
Aku kembali menggelengkan kepalaku
Sepanjang perjalanan aku diam.Bukan karena aku kesal pada Prisci.tapi pikiranku sungguh runyam.aku sangat merindukan Sisil.
Setiap detik yang kuhabiskan bersama Prisci membuatku semakin mengingat Sisil.apa karena gaya mereka mirip.ah mungkin ini hanya obsesiku pada Sisil yang berlebihan.
Stasiun...
"Bogor,dua" Prisci membeli tiket kereta ke bogor.
"Anjrit,ngapain kita ke bogor?"
"I don't know,honey.Gue bosen"
Aku tau Prisci emang punya kepribadian bak putri raja.Tapi aku ga pernah ngira kalau dia se-random ini.
Ah sudahlah terserah dia saja,"asal gue ga dijual aja" gumamku dalam hati.
"Lo kenapa?" Tanya Prisci.
"gapapa,emang kenapa deh?"
"Muka lo jelek"
"Bodo amat,gini gini lo naksir kan?"
Prisci terdiam sesaat.
"iya,dari semenjak lo jalan sama Sisil"
Oh my god.salah ngomong gue.
post by @inMwetrust
Tidak ada komentar:
Posting Komentar